KTI-SKRIPSI: 30. Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Ibu Dalam Pemeriksaan Kehamilan Trimester III

30. Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Ibu Dalam Pemeriksaan Kehamilan Trimester III

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Rencana Strategi Nasional Making Prenancy Safe (MPS) Indonesia disebutkan dalam rencana kontek pembangunan kesehatan Indonesia adalah kehamilan dan persalinan di Indonesia berlangsung aman, serta bayi dilahirkan hidup dan sehat. Misi MPS adalah menurunkan Tingkat kesakitan dan kematian maternal juga neonatal
melalui kegiatan yang mempromosikan kesehatan ibu dan bayi baru lahir (Saifuddin,
2002, hal. 1).
Pemeriksaan rutin pra-kelahiran sangat penting agar yang dialami ibu hamil dapat ditemukan masalah sedini mungkin dan dapat ditanggulangi, sebelum berkembang menjadi membahayakan ibu maupun bayinya. Sebaiknya ibu hamil menjalani pemeriksaan kesehatan paling sedikit empat kali selama hamil yaitu satu kali pada Trimester I usia kehamilan 0-14 minggu, satu kali pada Trimester II usia kehamilan sebelum 28 minggu dan dua kali pada Trimester III usia kehamilan 28-36 minggu dan setelah 36 minggu (Burns, 2005, hal. 101).
Data resmi SDKI Tahun 2008 mencatat, Angka Kematian Ibu (AKI) adalah 228
per 100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi baru lahir 20 per 1000 kelahiran
hidup. Sementara itu Laporan Bank Pembangunan Asia tahun 2009 mencatat angka 405
atau rata-rata 2,3 perempuan meninggal setiap satu jam (bukan perhari) karena
melahirkan (Profil Indonesia, 2009).

Penyebab kematian maternal merupakan suatu hal yang cukup kompleks yang terdapat pada faktor-faktor reproduksi, komplikasi obstetrik, pelayanan kesehatan dan sosial ekonomi. Tujuan dari Antenatal Care adalah menyiapkan ibu sebaik-baiknya fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas sehingga keadaan mereka Postpartum sehat dan normal, tidak hanya fisik akan tetapi juga mental (Wiknjosastro, 2002, hal. 23).
Dukungan keluarga merupakan andil yang sangat besar dalam menentukan status kesehatan ibu. Dukungan yang diberikan suami selama istri hamil dapat mengurangi beban atau gangguan psikologis dalam proses kehamilannya. Dengan dukungan suami gangguan psikologis yang muncul dalam proses kehamilan calon ibu dapat dihindarkan atau tidak menjadi berkembang lebih parah (Kusmiyati, 2008 ¶ 3).
Hasil survei bidan Sri Wahyuni pada tahun 2010 membuktikan kunjungan ibu hamil di klinik Bersalin Sri Wahyuni tahun 2010 sebanyak 760 ibu , sedangkan jumlah kunjunganya ibu trimester III sebanyak 228 ibu. Beberapa faktor yang berhubungan dengan dukungan keluarga yang positif merupakan salah satu hal yang mempengaruhi ibu melakukan kunjungan kehamilan. Peran keluarga sangat penting dalam rangka mencapai target kepatuhan ibu terhadap pemeriksaan kehamilan.
Adapun rendahnya pencapaian target kepatuhan dalam pemeriksaan kehamilan
disebabkan karena ibu hamil merasa tidak butuh pelayanan antenatal, faktor
pengambilan keputusan dalam keluarga sehubungan dengan kondisi ibu hamil. Ibu
merasa kehamilan bukan merupakan suatu resiko. Berdasarkan latar belakang diatas,
peneliti tertarik mengambil judul “Hubungan antara Dukungan Keluarga Dengan
Kepatuhan Ibu dalam Pemeriksaan Kehamilan Trimester III di Klinik Bersalin Sri Wahyuni Tahun 2011”.

B. Perumusan Masalah
Permasalahan yang dikemukakan dalam penelitian ini, adalah “Bagaimanakah hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu dalam pemeriksaan kehamilan trimester III di Klinik Bersalin Sri Wahyouni Tahun 2011” ?

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu dalam pemeriksaan kehamilan trimester III di Klinik Bersalin Sri Wahyuni Tahun 2011.
2. Tujuan Khusus
Adapun beberapa tujuan khusus dalam penelitian ini, diantaranya :
1. Untuk mengetahui dukungan keluarga dalam pemeriksaan kehamilan trimester
III di Klinik Bersalin Sri Wahyuni Tahun 2011.
2. Untuk mengetahui kepatuhan ibu dalam pemeriksaan kehamilan trimester III di
Klinik Bersalin Sri Wahyuni Tahun 2011.
3. Untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu
dalam pemeriksaan kehamilan trimester III di Klinik Bersalin Sri Wahyuni
Tahun 2011.

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Perkembangan Ilmu Khususnya Asuhan Kebidanan
Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menambah pengetahuan, pengalaman bagi pelayanan kebidanan dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh sehingga dapat mempraktekkan langsung di lapangan dan keberhasilan antenatal care dapat tercapai sesuai target pemerintah.
2. Bagi Masyarakat Khususnya Ibu Hamil
Hasil penelitian dapat digunakan untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang pemeriksaan kehamilan pada ibu trimester III dengan cara penyuluhan ibu dan keluarga sehingga ibu mengetahui betapa pentingnya Antental care.
3. Bagi pelayanan Kebidanan
Hasil penelitian ini dapat digunakan dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi pelayanan kebidanan agar lebih meningkatkan kunjungan antental care dengan memberikan informasi mengenai manfaat pemeriksaan kehamilan bagi ibu hamil khususnya ibu hamil trimester III.

Link download KTI lengkap ini
30. Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Ibu Dalam Pemeriksaan Kehamilan Trimester III
BAB I
BAB II
BAB III-VI

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...