KTI-SKRIPSI: 08.hubungan tentang pengetahuan ibu pekerja yang memiliki balita 0-6 bulan dengan pemberian ASI Eksklusif

08.hubungan tentang pengetahuan ibu pekerja yang memiliki balita 0-6 bulan dengan pemberian ASI Eksklusif

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menyusui adalah proses alamiah. Ibu di seluruh dunia berhasil menyusui bayinya tanpa pernah membaca buku tentang ASI, bahkan ibu yang buta hurufpun dapat menyusui anaknya dengan baik. Walaupun demikian dalam lingkungan kita saat ini melakukan hal yang alamiah tidak selalu mudah. Seiring dengan perkembangan zaman terjadi pula peningkatan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang demikian pesat. Pengetahuan lama yang mendasar seperti menyusui justru kadang terlupakan. Padahal kehilangan pengetahuan tentang menyusui berarti kehilangan besar , karena menyusui adalah suatu pengetahuan yang selama berjuta juta tahun mempunyai peran yang penting dalam mempertahankan kehidupan dan dapat memberikan perawatan terbaik pada bayinya. Menyusui yang secara Eksklusif merupakan cara pemberian makan bayi yang alamiah, namun sering kali ibu kurang mendapatkan informasi bahkan sering kali mendapat informasi yang salah tentang manfaat ASI Eksklusif. Menyusui adalah suatu seni yang harus dipelajari kembali untuk keberhasilan menyusui tidak diperlukan alat-alat khusus dan biaya mahal, yang diperlukan hanyalah kesabaran waktu, sedikit pengetahuan tentang menyusui dan dukungan dari lingkungan terutama suami. Menyusui akan menjamin bayi tetap sehat dan memulai kehidupannya dengan cara yang paling sehat.

ASI Eksklusif atau lebih tepat pemberian ASI secara Eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja ,tanpa tambahan cairan lain seperti pisang,pepaya,bubur susu,biscuit,bubur nasi dan tim. Pemberian ASI secara Eksklusif ini dianjurkan untuk jangka waktu setidaknya 4 bulan,tetapi bila mungkin sampai 6 bulan. . (Utami Roesli, 2000:2-3).
Namun sering dijumpai ibu-ibu bekerja mengalami dilema antara ingin memberikan susu formula kepada bayinya atau memberikan ASInya. Alasan tersebut didorong oleh beberapa sebab, antara lain dari segi internal (ibu) yaitu adanya kelainan fisik ibu, ketakutan ibu kehilangan daya tarik sexualitasnya, mitos yang salah tentang pemberian ASI, kelelahan setelah bekerja. Selain itu dari segi external (lingkungan) yaitu adanya peraturan di tempat kerja ibu, tentang jam kerja, tentang cuti hamil 3 bulan, dan terburunya ibu mengejar waktu untuk bekerja, ada tidaknya fasilitas tempat penitipan bayi atau tempat pemberian ASI di tempat kerja. Hal tersebut diatas didukung data menurut Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi(1997) ibu bekerja di Indonesia mencapai 34,33 juta jiwa dengan angka pertumbuhan sekitar 4,76 %.Sedangkan menurut survey Demografi dan Kesehatan Indonesia(SDKI) tahun 2002 mendapatkan baru sekitar 58% ibu memberi ASI Eksklusif pada bayinya.
Di Dinas Kesehatan Dati II Sampang target yang seharusnya menggunakan ASI Eksklusif harus mencapai 80%, tetapi ASI Eksklusif pada tahun 2005 hanya mencapai sekitar 59%, sedangkan di Wilayah Puskesmas Bunten Barat Kecamatan Ketapang yang memberikan ASI Eksklusif sebanyak 52% pada akhir tahun 2005.
Dari hasil study pendahuluan yang dilakukan terhadap wanita pekerja yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak di Kecamatan Ketapang dari 10 orang ibu yang melahirkan hanya 30% yang memberikan ASI Ekslusif. Sedangkan 70% tidak memberikan ASI Eksklusif karena ibu harus bekerja terus, sedangkan di tempat kerja tidak ada tempat menyusui. Alasan yang lain supaya membiasakan bayi menyusui dari botol bila nanti ditinggal bekerja.
Mengingat pentingnya ASI bagi pertumbuhan bayi maka ibu pekerja dianjurkan untuk tetap menyusui dalam arti termasuk usaha untuk mempertahankan produksi ASI. Pemberian Pasi yang terlalu dini mempunyai dampak pada bayi yaitu bayi mudah sakit karena mungkin tidak cocok atau alergi terhadap susu formula yang diberikan juga. Apabila bayi sudah sejak awal diberi susu formula maka ketergantungan terhadap susu formula akan meningkat.
Dengan alasan yang klasik ibu bekerja memilih untuk memberikan susu formula kepada bayinya. Sebenarnya tidak sedikit dari ibu-ibu pekerja tahu akan manfaat ASI sendiri, namun seperti dikatakan diatas banyak faktor dan alasan yang melatar belakangi perilaku ibu tersebut. Misalnya ibu bekerja dengan sengaja membuang ASI di toilet tempat kerja dan memilih susu formula sebagai gantinya untuk mengatasi kebutuhan bayinya selama mereka bekerja atau dinas, alasan lain ibu lelah setelah seharian bekerja, maka setelah sampai dirumah ibu memilih untuk memberikan bayinya susu formula agar ia bisa istirahat.

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian seperti berikut : “Apakah ada hubungan tentang pengetahuan ibu pekerja yang memiliki balita 0-6 bulan dengan pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Pembantu Banyosokah Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang ”.


1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum.
Diketahuinya bagaimana hubungan tentang pengetahuan ibu pekerja yang memiliki balita 0-6 bulan dengan pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Pembantu Banyosokah Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang.
1.3.2 Tujuan Khusus
1). Mengidentifikasi pengetahuan ibu pekerja yang memiliki balita 0-6 bulan dengan pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Pembantu Banyosokah Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang.
2). Mengidentifikasi pemberian ASI Eksklusif oleh ibu pekerja yang memiliki balita 0-6 bulan di Puskesmas Pembantu Banyosokah Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang.
3). Menganalisis hubungan pengetahuan ibu pekerja yang memiliki balita 0-6 bulan dengan pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Pembantu Banyosokah Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang.

1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Perawat.
Dapat menentukan metode yang sesuai dalam memberikan pendidikan kesehatan (Penyuluhan kesehatan) kepada masyarakat.
1.4.2 Bagi Peneliti Selanjutnya
Dapat dijadikan dasar untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan ibu pekerja yang memiliki balita 0-6 bulan dengan pemberian ASI Eksklusif.
1.4.3 Bagi Masyarakat(khususnya ibu menyusui)
Menambah pengetahuan masyarakat (ibu menyusui) tentang ASI Eksklusif dan diharapkan terjadinya perubahan prilaku ke arah yang lebih baik.

Link download KTI lengkap ini
08.hubungan tentang pengetahuan ibu pekerja yang memiliki balita 0-6 bulan dengan pemberian ASI Eksklusif
BAB 1-5

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...