KTI-SKRIPSI: 03.perbedaan perkembangan anak usia toddler (1-3 tahun) antara ibu bekerja dan tidak bekerja

03.perbedaan perkembangan anak usia toddler (1-3 tahun) antara ibu bekerja dan tidak bekerja

BAB 1
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Perkembangan anak merupakan hasil maturasi organ-organ tubuh terutama susunan saraf pusat. Dalam perkembangan terdapat tahapan yang harus dilalui anak untuk menuju usia dewasa. Tahapan yang terpenting adalah pada masa 3 tahun pertama, karena pada masa ini tumbuh kembang berlangsung dengan pesat dan menentukan masa depan anak kelak. (IDAI, 2002).
Setiap anak perlu mendapat stimulasi perkembangan sedini mungkin dan terus-menerus pada setiap kesempatan. Stimulasi tersebut merupakan kegiatan merangsang kemampuan dasar anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap (Depkes RI, 2005). Hal tersebut menuntut peran ibu sebagai penentu pola asuh anak untuk merawat dan melindungi anak guna mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Namun seiring perkembangan jaman, saat ini semakin banyak orang tua baik ayah maupun ibu yang sama-sama bekerja sehingga interaksi mereka dengan anak menjadi berkurang.
Semakin banyak ibu yang bekerja merupakan realitas yang nyata. Kecenderungan ini akan menimbulkan dampak sosial serius bagi anak jika orang tua tidak memberikan penjelasan yang tepat alasan mereka bekerja. Anak perlu diajari dan kemudian diawasi. Seringkali saat ditinggalkan orangtua bekerja, anak terjerumus dalam masalah. Anak-anak yang bermasalah sering berasal dari keluarga yang kurang atau tidak mengawasi karena anak belum mengerti dan belum bisa membedakan mana perilaku baik dan mana yang buruk (Putra, 2007).

Pada dasarnya tidak ada masalah jika orang tua, khususnya ibu bekerja, selama hak-hak anak untuk mendapatkan pengasuhan, kasih sayang dan stimulasi perkembangan dapat terpenuhi secara optimal. Namun jika kasih sayang dan perkembangan anak menjadi terganggu akibat interaksi ibu dengan anak sangat terbatas, maka perlu pemikiran lebih mendalam sebelum memutuskan untuk bekerja. Jika perhatian, kasih sayang serta stimulasi perkembangan terhadap anak tetap dapat diberikan meskipun ibu bekerja, maka sebenarnya apa yang dilakukan seorang ibu adalah perbuatan yang sangat mulia, karena ibu telah berperan aktif dalam membantu perekonomian keluarga disamping tugas utamanya sebagai seorang ibu. Seorang ibu yang tidak bekerjapun belum tentu dapat memberikan kasih sayang dan melakukan stimulasi perkembangan pada anak dengan baik.
Interaksi ibu dengan anak juga sangat ditentukan oleh seberapa berkualitasnya kebersamaan yang terjalin diantara mereka. Ibu yang bekerja meski dengan keterbatasan waktu yang dimilikinya, namun bila ia mampu memanfaatkan dengan maksimal waktu yang dihabiskan bersama anak-anaknya hasilnya jauh akan lebih optimal dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja namun kurang pandai dalam mengelola waktu bersama anak-anaknya. Oleh karena itu setiap ibu baik ia seorang yang bekerja atau tidak bekerja, kemampuan menghabiskan waktu yang berkualitas bersama anak-anaknya menjadi salah satu kemampuan yang wajib dimiliki dan terus dikembangkan (Priastuti, 2008)..
Berdasarkan data studi pendahuluan yang kami lakukan melalui pengamatan terhadap 14 anak usia 1-3 tahun di Posyandu Janur Kuning II Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang pada Februari 2009, diketahui terdapat 7 anak yang tidak diasuh oleh ibu kandungnya karena bekerja. Dari 7 anak tersebut setelah diamati tingkat perkembangannya, ada 2 anak (28,6%) belum bisa minum dari cangkir yang seharusnya sudah mulai bisa dilakukan sejak usia 9 bulan. Dari hasil wawancara dengan pengasuhnya diketahui bahwa di rumah anak juga belum bisa minum dari cangkir karena setiap kali minum selalu menggunakan botol atau menyusu ibu. Pengamatan yang sama juga dilakukan terhadap 7 anak usia 1-3 tahun yang diasuh oleh ibunya sendiri (tidak bekerja) dan diketahui bahwa 1 anak (14,3 %) juga belum bisa minum dari cangkir. Ibunya mengatakan bahwa anak memang belum dibiasakan minum dari cangkir karena sering tersedak.
Kondisi ini belum menggambarkan data sesungguhnya dari keseluruhan populasi, mengingat berdasarkan data dari Bidan Desa Pakisjajar, di Posyandu tersebut pada saat ini terdapat 54 anak usia 1-3 tahun, dan 18 diantaranya (33,3%) diasuh oleh ibu yang bekerja.
Berdasarkan uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk mengamati lebih lanjut tentang perbedaan perkembangan anak usia toddler (1-3 tahun) antara ibu bekerja dan tidak bekerja.


1.2 Rumusan Masalah
Adakah perbedaan perkembangan anak usia toddler (1-3 tahun) antara ibu bekerja dan tidak bekerja di Posyandu Janur Kuning II Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang?

1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui perbedaan perkembangan anak usia toddler (1-3 tahun) antara ibu bekerja dan tidak bekerja di Posyandu Janur Kuning II Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.

1.3.2 Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi perkembangan anak usia toddler (1-3 tahun) yang diasuh oleh ibu bekerja di Posyandu Janur Kuning II Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.
b. Mengidentifikasi perkembangan anak usia toddler (1-3 tahun) yang diasuh oleh ibu tidak bekerja di Posyandu Janur Kuning II Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.
c. Menganalisis perbedaan perkembangan anak usia toddler (1-3 tahun) antara ibu bekerja dan tidak bekerja di Posyandu Janur Kuning II Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang

1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua fihak yang terkait. Adapun manfaat penelitian adalah sebagai berikut:
1.4.1 Bagi peneliti
Sebagai pengetahuan tambahan ketika terjun di masyarakat untuk memberikan informasi dan edukasi tentang perkembangan pada anak usia toddler (1-3 tahun).
1.4.2 Bagi Institusi
Sebagai bahan kajian untuk menindaklanjuti pentingnya perkembangan anak pada usia toddler (1-3 tahun).
1.4.3 Bagi organisasi profesi
Dapat di gunakan sebagai masukan bagi profesi bidan untuk dapat meningkatkan pemberian penyuluhan tentang pentingnya perkembangan anak usia 1 – 3 tahun dan meningkatkan pelaksanaan penilaian perkembangan sehingga perkembangan anak usia 1 – 3 tahun dapat berkembang secara normal dan optimal.
1.4.4 Bagi Masyarakat
Dapat menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat tentang perkembangan anak usia toddler (1-3 tahun) sehingga anak dapat berkembang secara optimal.

Link download KTI lengkap ini
03.perbedaan perkembangan anak usia toddler (1-3 tahun) antara ibu bekerja dan tidak bekerja
BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...