KTI-SKRIPSI: 10.Gambaran Konsep Diri Obesitas

10.Gambaran Konsep Diri Obesitas

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Obesitas di Indonesia yang dahulu dianggap sebagai lambang kesejahteraan dan tidak berkaitan dengan penyakit. Insidens dan prevalensi obesitas meningkat, baik dinegara maju maupun dinegara-negara berkembang, sejalan dengan perkembangan teknologi yang memberikan kemudahan dan perubahan gaya hidup. Namun, berkaitan dengan resiko kesehatan dan dampaknya terhadap kualitas hidup, kini obesitas merupakan problem atau penyakit. Obesitas merupakan masalah yang diperhatikan karena berkaitan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas berbagai penyakit, antara lain gangguan kardiovaskuler, gangguan endokrin lainnya, penyakit kandung empedu, problem paru dan pernafaasan, arthritis, gangguan tidur, ketidakmampuan untuk berpartisipasi pada aktivitas-aktivitas rekreasi dan olah raga, rendahnya harga diri dan citra tubuh (Elvira, 2002).

Seringkali sulit bagi remaja untuk menerima keadaan fisiknya bila sejak kanak-kanak mereka mengagungkan konsep mereka tentang penampilan diri pada waktu dewasa nantinya. Diperlukan waktu untuk memperbaiki penampilan diri sehingga lebih sesuai dengan apa yang dicita-citakan. Ketidakpuasan lebih banyak dialami dibeberapa bagian tubuh tertentu. Kegagalan mengalami kateksis tubuh menjadi satu penyebab timbulnya konsep diri yang kurang baik dan kurangnya harga diri selama masa remaja (Elizabet,1998).
Akhir-akhir ini obesitas dinyatakan sebagai penyakit kronik dengan penyebab multifaktorial. Dari kajian penelitian terdahulu didapatkan bahwa obesitas tidak disebabkan oleh penyebab tunggal melainkan oleh hubungan yang kompleks antara factor genetic, fisiologik, metabolic, psikologik, sosioekonomi, gaya hidup dan factor budaya. Bila ditinjau dari aspek psikologik, obesitas dapat merupakan suatu kondisis tersendiri yang antara lain merupakan gejala dari gangguan makan (missal bulimia nervosa), atau merupakan kondisi yang berkaitan dengan citra diri dan harga diri yang mempunyai dasar psikodinamika tertentu (Elvira, 2002).
Laporan WHO tahun 2003 mengungkapkan lebih dari 1 milyar orang dewasa diseluruh dunia kelebihan berat badan (overweight) dan 300 juta diantaranya menderita kegemukan (obesitas). Di Indonesia angka obesitas pada tahun 2005 tercatat 10,2 % pada laki-laki dan 15,20 % pada perempuan. Beberapa survey yang dilakukan secara terpisah di beberapa kota besar menunjukkan bahwa prevalensi obesitas pada anak sekolah dan remaja cukup tinggi. Survey obesitas yang dilakukan akhir-akhir ini pada siswi SLTA di Yogyakarta menunjukkan bahwa 7,8 % di perkotaan dan 2% di daerah pedesaan mengalami obesitas (Hadi, 2004).Hasil studi di SMK PGRI 3 Kediri bulan Desember 2006 siswi obesitas pada kelas 1%2 sebanyak 50 siswi (11,52) dari 469 siswi.
Penilaian negatif terhadap diri sendiri serta ketidakmampuan remaja dengan obesitas seperti ini jika tidak diantisipasi secara serius maka cepat atau lambat akan menuju ke arah terjadinya depresi. Makan berlebih merupakan respon terhadap ketegangan emosional yang tidak spesifik, atau merupakan subtitusi dari grafikasi yang tidak dapat ditoleransi pada situasi-situasi tertentu dalam kehidupan atau merupakan gejala dari gangguan emosional yang mendasarinya terutama depresi. Salah satu bentuk gangguan ini merupakan masalah yang serius pada banyak wanita muda yang menderita obesitas, dan bisa menimbulkan kesadaran yang berlebihan tentang kegemukannya serta rasa tidak nyaman dalam pergaulan social. Depresi dapat terjadi karena terhambatnya proses perkembangan mental seseorang sehingga ia lebih nyaman menggunakan mekanisme adaptasi. Mekanisme adaptasi yaitu memasukkan suatu obyek ke dalam struktur psikis individu berupa makan. Depresi dapat pula terjadi secara sekunder karena obesitasnya individu mengalami obesitas namun mempunyai keinginan/bayangan mengenai bentuk tubuh yang ‘ideal’ sehingga mengalami depresi karena bayangan bentuk tubuh tersebut tidak dapat dicapainya. Depresi terjadi karena gangguan citra tubuh seseorang yang obes, jarang menyadari seberapa gemuk dirinya (Elvira, 2002).
Remaja yang obesitas harus dilakukan pendekatan terus menerus dan motivasi pada remaja agar dapat meningkatkan Konseo diri mereka. Pendidikan kesehatan dan menjaga kesehatan perlu diberikan pada remaja, karena sebenarnya obesitas dapat diatasi asal dapat mematuhi pola makan yang dianjurkan sehingga tidak akan menjadi masalah bagi dirinya. Partisipasi keluarga dan masyarakat sekitar sangat diharapkan untuk memberikan dorongan dan semangat agar remaja yang obesitas menerima kenyataan dan meningkatkan konsep diri.

Berdasarkan fenomena diatas peneliti ingin melakukan penelitian tentang “Gambaran Konsep Diri Obesitas di SMK PGRI 3 Kediri”.

1.2. Rumusan Masalah
Masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :
Bagaimana konsep diri siswi obesitas di SMK PGRI 3 Kediri?

1.3. Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mendapatkan gambaran konsep diri siswi obesitas di SMK PGRI 3 Kediri.
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Mengidentifikasi Body Image siswi obesitas di SMK PGRI 3 Kediri
2. Mengidentifikasi Harga diri siswi obesitas di SMK PGRI 3 Kediri
3. Mengidentifikasi Ideal diri siswi obesitas di SMK PGRI 3 Kediri
4. Mengidentifikasi Identitas diri siswi obesitas di SMK PGRI 3 Kediri
5. Mengidentifikasi Peran siswi obesitas di SMK PGRI 3 Kediri

1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini merupakan satu sarana untuk meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi dan memecahkan suatu permasalahan yang ada di masyarakat dengan menggunakan seperangkat ilmu pengetahuan yang diperoleh selama kulih.
1.4.2 Bagi Remaja di SMK PGRI 3 Kediri
Menambah pengetahuan dan wawasan bagi remaja SMK PGRI 3 tentang peningkatan Konsep diri pada obesitas yang mungkin dialami dirinya atau orang-orang terdekatnya.
1.4.3 Bagi Institusi AKPER PGRI
Memberi masukan bagi pengembangan pengetahuan institusi dan mahasiswa keperawatan tentang upaya peningkatan konsep diri khususnya pada keluarga yang mempunyai putrid obesitas.
1.4.4 Bagi Masyarakat
Diharapkan hasil penelitian ini berguna untuk menambah pengetahuan dalam peningkatan konsep diri khususnya pada keluarga yang mempunyai putri obesitas.
1.4.5 Bagi Peneliti Selanjutnya
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data dasar atau inspirasi untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana konsep diri siswi obesitas.

1.5 Batasan Penelitian
Untuk mengarahkan penelitian, maka peneliti membatasi penelitian pada area :
1.5.1 Penelitian hanya di SMK PGRI 3 Kediri kelas 1&2
1.5.2 Konsep diri (Body Image, Harga diri, Ideal diri, Identitas diri, Peran)
1.5.3 Siswi yang mengalami obesitas


Link download artikel lengkap ini
10.Gambaran Konsep Diri Obesitas

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...