KTI-SKRIPSI: 15.Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Pekerja Yang Menyusui Tentang Tekhnik Pemberian ASI Eksklusif

15.Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Pekerja Yang Menyusui Tentang Tekhnik Pemberian ASI Eksklusif

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Menyusui adalah proses alamiah. Berjuta-juta ibu di seluruh dunia berhasil menyusui bayinya tanpa pernah membaca buku tentang ASI, bahkan ibu yang buta hurufpun dapat menyusui anaknya dengan baik. Walaupun demikian dalam lingkungan kita saat ini melakukan hal yang alamiah tidak selalu mudah. Kehilangan pengetahuan tentang menyusui berarti kehilangan besar, karena menyusui adalah suatu pengetahuan yang selama berjuta juta tahun mempunyai peran yang penting dalam mempertahankan kehidupan dan dapat memberikan perawatan terbaik pada bayinya.

Menyusui yang secara Eksklusif merupakan cara pemberian makan bayi yang alamiah, namun sering kali ibu kurang mendapatkan informasi bahkan sering kali mendapat informasi yang salah tentang manfaat ASI Eksklusif. Menyusui adalah suatu seni yang harus dipelajari kembali untuk keberhasilan menyusui tidak diperlukan alat alat khusus dan biaya mahal, yang diperlukan hanyalah kesabaran waktu, sedikit pengetahuan tentang menyusui (Roesli Utami, 2000 : 2).
Namun di era modern ini, ASI menjadi persoalan tersendiri bagi para ibu yang memiliki aktivitas padat diluar rumah atau bekerja mereka harus menghadapi persoalan yang dilematis. Disatu sisi ada satu keinginan untuk memberikan ASI Eksklusif untuk bayi mereka, tapi disisi tuntutan pekerjaan memaksa mereka melepaskan kewajiban tersebut (Permansari Y, 2004 : 96).
Dari hasil studi pendahuluan pada bulan Oktober - Desember 2006 diwilayah POLINDES Rabiyan Kec. Ketapang Kab. Sampang dari 35 ibu yang melahirkan hanya 30 % sekitar 11 ibu yang memberikan ASI Eksklusif sedangkan 70 % atau sekitar 17 ibu tidak memberikan ASI Eksklusif.
Rendahnya pemberian ASI di keluarga menjadi salah satu pemicu rendahnya status gizi bagi dan balita. Data SUSENAS menunjukkan status gizi (-) kurang pada balita menurun dari 37,5 % pada tahun 1989 menjadi 26,4 % pada tahun 1999, tetapi untuk kasus gizi buruk terjadi peningkatan 6,35 % pada tahun 1989 menjadi11,4 % pada tahun 1995. Pada tahun sekitar 1,7 juta balita tersebut menderita gizi buruk tingkat berat karena adanya kecenderungan meningkatnya peran ganda wanita dari tahun ke tahun. Prosentasi bayi dengan status gizi baik menurun hingga kira-kira separuh pada anak berusia 48-59 bulan
Padatnya aktisitas ibu terhadap pekerjaanya membuat ibu mengalami dilema antara ingin memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya dengan memberikan susu formula. Sebenarnya tidak sedikit dari ibu-ibu pekerja tahu akan manfaat ASI sendiri, namun akibat kurangnya pengetahuan tentang tekhnik menyusui ASI Eksklusif pada ibu pekerja sehingga banyak ibu pekerja yang tidak menyusui bayinya dengan memberikan ASI Ekslusif dan akhirnya ibu memilih untuk memberikan susu formula. Hal tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi apabila ibu tahu tentang tentang tekhnik menyusui ASI Eksklusif ibu pekerja masih dapat melakukan peran gandanya yaitu tetap menjalankan aktifitasnya diluar rumah atau bekerja dan tetap memberikan ASI Ekslusifnya terhadap bayinya.
Oleh karena itu ibu pekerja perlu meningkatkan pengetahuan tentang tekhnik munyusui ASI Eksklusif. Informasi tentang tekhnik munyusui ASI Eksklusif dapat diperoleh dari instansi kesehatan dan juga media massa lainnya. Dengan demikian diharapkan para ibu pekerja mempunyai pengetahuan tentang tekhnik pemberian ASI Eksklusif pada bayi sehingga ibu bekerja tidak berhenti memberi ASI Eksklusif.
Dari fenomena yang ada diatas, maka para penulis tertarik mengadakan penelitian yang berjudul “Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Pekerja Yang Menyusui Tentang Tekhnik Pemberian ASI Eksklusif”.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang diatas maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut ”Bagaimana Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Pekerja Yang Menyusui Tentang Tekhnik Pemberian ASI Eksklusif di Polindes Rabiyan Kec. Ketapang Kab. Sampang ?”.

1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mempelajari bagaimana Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Pekerja Yang Menyusui Tentang Tekhnik Pemberian ASI Eksklusif di Polindes Rabiyan Kec. Ketapang Kab. Sampang.
1.3.2 Tujuan Khusus
1.3.2.1 Mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu pekerja yang menyusui tentang tekhnik pemberian ASI Eksklusif.
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Masyarakat
Sebagai bahan tambahan informasi bagi masyarakat tentang pentingnya pengetahuan tentang tekhnik pemberian ASI Eksklusif yang didapatkan untuk meningkatkan motivasi dalam permberian ASI Eskklusif.
1.4.2 Bagi Peneliti
Sebagai tambahan ilmu dimana peneliti dapat melihat gambaran tingkat pengetahuan ibu pekerja terhadap tekhnik pemberian ASI Eksklusif.
1.4.3 Bagi Penelitian Lebih Lanjut
Penelitian lebih lanjut dapat memberikan gambaran data sehingga bermanfaat untuk mengembangkan hasil penelitian.yang berhubungan dengan tekhnik pemberian ASI Eksklusif agar lebih baik.
1.4.4 Bagi Pendidikan
Sebagai bahan tambahan pengetahuan bagi dunia pendidikan tentang cara tekhnik pemberian ASI Eksklusif ditinjau tingkat pengetahuan.
1.4.5 Bagi Institusi Kesehatan
Sebagai bahan tambahan dalam melakukan penyuluhan tentang pemberian ASI Eksklusif.

1.5 Batasan Penelitian
Untuk mengarahkan ruang lingkup penelitian, maka masalah yang diteliti dalam penelitian ini dibatasi sebagai berikut : mempelajari Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Pekerja Yang Menyusui Tentang Tekhnik Pemberian ASI Eksklusif di Polindes Rabiyan Kec. Ketapang Kab. Sampang.


Link download artikel lengkap ini
15.Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Pekerja Yang Menyusui Tentang Tekhnik Pemberian ASI Eksklusif

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...