KTI-SKRIPSI: 36.Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Dari Balita Yang Demam

36.Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Dari Balita Yang Demam

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Demam dapat diderita pada siapa saja, dari bayi hingga orang berusia paling lanjut sekalipun. Demam sesungguhnya merupakan reaksi alamiah dari tubuh manusia dalam usaha melakukan perlawanan terhadap beragam penyakit yang masuk atau berada di dalam tubuh. Dengan kata lain, demam adalah bentuk mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit. Apabila ada suatu kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh, secara otomatis tubuh akan melakukan perlawanan terhadap kuman penyakit itu dengan mengeluarkan zat antibody. Pengeluaran zat antibody yang lebih banyak dari pada biasanya ini diikuti dengan naiknya suhu badan. Semakin antibody dikeluarkan, dan akhirnya semakin tinggi pula suhu badan yang terjadi (Carpenito, 2002).

Demam, seperti halnya muntah atau batuk, adalah gejala dari suatu penyakit, tetapi bukan penyakit itu sendiri. Untungnya, demam pada anak-anak pada umumnya adalah infeksi kecil dan dapat sembuh dengan sendirinya (Widjaja, 2002).
Secara garis besar ada dua ketegori demam yang sering kali diderita oleh anak balita (dan manusia pada umumnya) yaitu demam noninfeksi dan demam infeksi.
Demam akibat virus, contohnya flu, adalah suhu tubuh yang tingginya antara 38,3 °C hingga 40 °C selama 3-5 hari. Pada umumnya, seberapa tinggi demam tidak selalu berhubungan dengan seriusnya suatu penyakit. Adalah penting untuk memperhatikan gejala lainnya dan juga tindakan anak untuk menentukan keseriusan penyakitnya (Carpenito. 2002).
Demam dapat berbahaya apabila suhu tubuh melebihi 41 °C. Untunglah, dalam sebagian besar kasus tubuh memiliki mekanisme termostat untuk menjaga tubuh demam supaya berada di bawah suhu yang berbahaya tersebut (Carpenito. 2002).
Umumnya bahwa setiap gangguan kesehatan akan menimbulkan kecemasan baik bagi yang bersangkutan maupun bagi anggota keluarga lainnya. Sebagian besar pada balita yang sedang mengalami demam, atau suhu badannya terasa panas, pada balita akan menimbulkan gejala – gejala pada umumnya, seperti rewel, gelisah dan terlebih mereka akan menangis sambil teriak – teriak. Sehingga dari gejala – gejala yang dimunculkan pada balita tersebut, akan menimbulkan respon psikis kecemasan bagi orang tua mereka, terlebih pada pasangan muda yang baru memiliki anak.
Kecemasan adalah suatu rasa yang tidak aman dan ketakutan yang timbul karena dirasakan akan mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Setiap orang mempunyai mekanisme pertahanan diri untuk menghadapi kecemasan. Kecemasan bukan semata-mata masalah kejiwaan, tetapi merupakan pengalaman yang setiap terjadi pada siapa saja (Maramis, 1995).
Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Dinoyo sejak dimulai pada bulan Januari 2007 sampai dengan bulan Oktober 2008, jumlah kunjungan ibu dari balita yang demam di Puskesmas (Poli KIA) maupun pada kunjungan rutin di posyandu balita di wilayah kerja Puskesmas Dinoyo Malang sekitar sebanyak 1.356 balita.
Lingkungan pencetus kecemasan adalah apapun yang didefinisikan oleh seseorang sebagai suatu ancaman atau bahaya, bagaimana seseorang mengidentifikasi suatu penerimaan atas kerja dan masa lalunya. Kebutuhan, keinginan kematangan konsep diri. Perubahan psikologis yang muncul pada klien biasanya berbeda-beda (Koplan dan Saddock, 1997). Perbedaan tingkat kecemasan yang muncul pada klien bisa dipengaruhi beberapa faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal (Long, BC, 1996).
Berdasarkan fenomena yang sering terjadi, tingkat kecemasan pada ibu-ibu dari balita yang demam yang dimaksud oleh peneliti adalah keadaan psikis yang dialami oleh sebagian besar ibu pada umumnya, apabila buah hatinya mengalami suatu gejala-gejala dari munculnya suatu penyakit. Pada umumnya yang sering terjadi pada balita adalah terkena demam, dan biasanya persepsi bagi orang tua, terutama bagi pasangan muda (Ibu Primigranda), hal itu merupakan suatu kejadian yang dianggap sangat mengkhawatirkan. Sehingga dampak psikis yang ditimbulkan dari perasaan kekhawatiran bagi ibu-ibu dari balita demam akan memunculkan beberapa tingkat kecemasan, antara lain kecemasan ringan, kecemasan sedang, kecemasan berat, dan panik.
Dari beberapa tingkat kecemasan yang dialami ibu-ibu dari balita yang demam akan memunculkan beberapa respon fisik. Respon kognitif dan respon afektif yang berbeda-beda setiap tingkat kecemasan yang dialaminya.
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, yang memunculkan beberapa respon dan tanda gejala kecemasan yang dilami oleh ibu-ibu dari balita yang demam maka peneliti menganggap perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui “Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Dari Balita Yang Demam Di Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Malang”.

1.2 Rumusan Masalah
“Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Dari Balita Yang Demam Di Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Malang” .

1.3 Tujuan Penelitian
Mengetahui Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Dari Balita Yang Demam Di Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Malang.

1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Profesi
Dapat meningkatkan mutu asuhan keperawatan pada keluarga dan sebagai dasar untuk melakukan penelitian lebih lanjut dalam mengembangkan profesi keperawatan.

1.4.2 Bagi Puskesmas
Hasil penelitian dapat digunakan sebagai masukan untuk meningkatkan pelayanan di Puskesmas Dinoyo khususnya untuk meminimalkan kecemasan pada ibu yang balitanya mengalami demam.
1.4.4 Bagi Ibu
Dapat meningkatkan pengetahuan ibu dalam beradaptasi dengan kecemasan dan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah demam pada balitanya.
1.4.3 Bagi Penulis
Memperoleh pengalaman dalam melaksanakan aplikasi riset keperawatan ditatanan pelayanan keperawatan.


Link download artikel lengkap ini
36.Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Dari Balita Yang Demam

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...